Satu ekosistem, 10 platform. Gratis 100% untuk semua UMKM. Kami hanya dibayar ketika bisnis Anda sudah untung.
Dari 65 juta UMKM, baru ~20% yang pakai tools digital. Sisanya masih buku tulis, Excel manual, atau WhatsApp untuk semua operasional.
SaaS berbayar Rp 150–600K/bulan terlalu berat untuk UMKM mikro. Software horizontal tidak punya workflow spesifik per industri.
Tanpa pencatatan otomatis, pemilik UMKM tidak bisa bedakan omzet vs profit. Banyak yang "ramai tapi tidak untung."
UMKM pakai 5–6 app terpisah — WA, Notes, transfer bank, Excel — yang tidak terintegrasi. Data terfragmentasi, waktu terbuang.
Tidak perlu kartu kredit, tidak perlu tanda tangan kontrak. UMKM bisa langsung pakai semua fitur tanpa bayar sepeser pun.
POS digital, booking, invoice — semua tercatat otomatis. Data real-time tersedia di dashboard kapanpun dibutuhkan.
Sistem otomatis hitung: Revenue − HPP − Biaya Operasional = Profit Bersih. UMKM tahu persis berapa untung setiap hari.
Fee 1.0–1.5% dari GMV, dibayar akhir bulan — hanya setelah profit dihitung. Aligned incentive: kami untung kalau Anda untung.
Toko bangunan · sembako · minimarket · garment · apotek
Warung makan · catering · cloud kitchen · PKL · frozen food
Bengkel · salon · laundry · kontraktor · servis elektronik
Sekolah · bimbel · pesantren · LPK · kursus skill
Klinik swasta · optik · lab klinik · apotek
Kos · kontrakan · rental alat · parkir swasta
Konveksi · garment · percetakan · pertanian · kerajinan
Absensi GPS · payroll · reimburse · aset · KPI
Koperasi Merah Putih 80.000 unit · simpan pinjam · SHU
SPPG MBG 3.000+ dapur · menu · distribusi · laporan BGN
Pemilik UMKM Indonesia sudah mobile-first. Hambatan adopsi digital sudah tidak ada.
Digital payment sudah mainstream. UMKM sudah terbiasa transaksi digital — tinggal sistemnya.
Momentum pemerintah untuk digitalisasi UMKM via koperasi menjadi channel distribusi kami.
Program Makan Bergizi Gratis membuka jalur distribusi langsung ke jutaan UMKM kuliner.
Model volume play — revenue tumbuh linear dengan jumlah UMKM × GMV, tanpa perlu tambah sales force proporsional.
Dengan CAC hanya Rp 50 ribu dan lifetime value Rp 5,76 juta per UMKM, setiap rupiah yang diinvestasikan untuk akuisisi menghasilkan 115x return dalam 24 bulan.
Platform gratis menciptakan adoption yang cepat dan churn yang rendah — UMKM tidak punya alasan untuk berhenti menggunakan tools yang gratis dan membantu mereka untung.
Hubungi untuk Investor Deck →Partnership dengan Koperasi Merah Putih (80.000 unit) dan MBG (3.000+ dapur) sebagai channel distribusi massal. Satu MOU = ribuan UMKM sekaligus.
Mass channelDistribusi via kyai, ustad, kepala desa, dan kepala perumahan. Kepercayaan komunitas lokal lebih kuat dari iklan digital manapun untuk segmen UMKM tradisional.
Trust-basedWhatsApp group, Facebook group komunitas UMKM, referral dari sesama pemilik bisnis. Network effect — makin banyak UMKM pakai, makin cepat spread.
Organic growthBergabung dengan ribuan UMKM yang sudah tahu persis berapa profit bersih mereka setiap hari.